Find your strength, search your weakness, polish your strength, then your weakness gone away.

Saya pernah membaca buku Awaken the Giant Within seterusnya Unlimited Power dari Anthony Robbins pada tahun 1998 dimana kita jumpa kata-kata semangat yang mampu menggerakkan manusia mencapai kejayaan hidup.

Saya juga pernah membaca 7 Habits of Highly Effective People dari Stephen R Covey, malahan banyak lagi motivator dan orator yang hebat seperti The 360 Degree Leader! John C Maxwell, Dale Carnegie, Zig Zigglar dan senarai nama yang banyak. Apabila Google search, panjang berjela senarainya.

Mereka adalah motivator dan orator yang banyak memberikan inspirasi kepada manusia lain untuk berubah.

Saya pasti anda juga pernah mendengar malahan membaca buku-buku tersebut. Dan ada juga yang pernah menghadiri program mereka. Kita akan bertemu pada satu titik pertemuan bagi semua perkara yang mereka ingin kongsikan kepada semua.

Mereka membawa kita kepada satu pegangan harmoni. Iaitu pegangan NILAI. Perkara yang menyebabkan manusia bertindak lebih hebat dari sebelumnya.

Kitab-kitab karangan mereka dijadikan rujukan dan panduan dalam merealisasikan impian manusia.

Alangkah indahnya kupasan dan perincian mereka dalam menghuraikan pegangan NILAI ini. Dan gembiranya kita sekiranya mereka mendapat hidayah dari Allah dalam kefahaman tentang Islam dan Iman.

Tapi malangnya, saya terlambat dalam memahami erti NILAI bagi diri ini.

Rupa-rupanya ada karangan yang terhebat dari Maha Pencipta, yang menciptakan manusia dengan penuh kasih sayangNya. Tidak dibiarkan manusia meraba-raba dalam pencarian hakiki tujuan ia dijadikan.

Dan beruntungnya kita umat Islam, kita ada kitab Al-Quran, kitab karangan Allah, Tuhan Pengasih, Tuhan Penyayang, Raja segala Raja, disampaikan dan diterangkan isi kandungannya melalui baginda Rasulullah SAW sebagai panduan hidup yang tepat dan jelas. Allah  telah memberikan NILAI yang tepat dan jelas pada kita untuk kembali kepadaNya.

Maafkan aku ya Allah, maafkan aku, telah diberi pengetahuan kepadaku tentang agamaMu sejak dari kecil. Tapi aku leka tika dewasa dalam mengejar kehidupan dunia. Terkadang mempertikaikan keadilanMu. Ya benar, perkara ini terjadi kerana pengetahuan agama Islam yang berada di akalku dan tidak dipindahkan ke dalam hati yang membangkitkan kesedaran hidup bertuhan. Maafkan aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Terima kasih Tuhan, terima kasih Allah. Kerana Engkau tidak jemu-jemu memberi taufik dan hidayah kepadaku walaupun aku terkadang jemu dalam mentaati perintahmu.

Ku pohon dariMu, hidupkan aku dengan Iman, matikan aku dengan Iman dan bangkitkan aku di mahsyar nanti dengan Iman. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: